Blog "El" (Elfaoz)

Archive for the ‘Aku dan hari-hariku’ Category

Dalam perjalanan karir saya, tak terpikir sepintas pun untuk menjadi employee. Bekerja di satu perusahaan atau lembaga yang bonafid dengan gaji di atas UMR. Mungkin bagi sebagian orang iya. Tipikal orang-orang seperti saya tentunya tidak sedikit. Banyak di luar sana yang ingin meraih “golden” dirinya dengan cara berkarya. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah karya baru yang belum pernah di buat oleh manusia manapaun di muka bumi ini. Banyak cara yang bisa dikerjakan. Dengan membuat sebuah riset tentang suatu masalah sehingga orang bisa terbantu dengan riset yang anda buat. Dengan smembuat sebuah buku, sehingga orang yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan membuat sebuah lembaga pendidikan, kesehatan, ekonomi yang bisa membantu berputarnya roda kehidupan.

Karya adalah investasi. Keuntungan dari sebuah karya bisa diraih setelah tercucurnya keringat kita. Keuntungan dari sebuah karya akan terlalu kecil jika dihitung berdasarkan nilai ekonomis. Oleh karenanya, hindarilah tujuan ekonomis agar kamu bisa berkarya tanpa batas.

Belajar adalah salah satu bentuk syukur. Mereka yang selalu belajar (baca:bersyukur) kapasitas keilmuannya dan wawasannya akan semakin bertambah. Allah telah menjanjikan hal dalam Surat Ibrahim ayat 7. Silahkan di cek kembali. Keuntungan akan selalu menghampiri ….

Maaf tulisannya bersambung karena saya harus lanjut skrpisi. Istri saya udah ngomel-ngomel ^^. PAdahala masya Allah ini isi kepala kalau ga dikeluarin malah bikin demam kepala.

Berikut ini hal-hal yang belum sempat aku tulis :

  1. Ada dua Project Besar dalam hidupku. Yang pertama Bikin sebuah yayasan Tahfizh yang kedua karya
  2. Dalam karya tersebut saya harus

Belum juga dikelarin masya Allah ….

Iklan

Banyak perjalanan penting dalam hidupku. Aku telah banyak terjun dan menemui orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Dan kini aku harus menempuh jalan hidup untuk sesuatu yang lebih baik. Perjuangan untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah Ta’ala. Aku tak punya banyak harta. Aku pun tak punya banyak ilmu. Aku pun baru menikah. Belum punya anak. Usiaku kini 27. Dan akan terus bertambah. Meskipun lambat tapi pasti. Satu yang aku tidak tahu pasti, ajalku. Aku tak tahu kapan ajalku akan tiba. Syukur alhamduillah untuk Allah Ta’ala yang telah memberikan kesempatanku untuk beramal shaleh dalam keadaan sehat dan cukup.  Baca entri selengkapnya »

Sharing sedikit dari hasil bacaan dari terjemah kitab Fawiadul Fawaid

“Menurunkan kadar cinta kepada sesama makhluk dan meningkatkan kadar cinta kepada Allah”

Ibnul Qayyim telah banyak mendidiku melalui karya karya beliau. Semoga Allah merahmatinya. Diantara pelajaran yang ana dapat dari beliau ialah mengenai masalah Takdir. Banyak orang tergelincir dalam masalah ini. Sebabnya sangat sederhana. Mereka menyamakan baik buruk sesuatu (baca:takdirnya) tidak berdasarkan ilmu Allah. Bagaimana mungkin manusia mengetahui ujung perjalanan-Nya sendiri, yang mengetahui ujung perjalananNya tidak lain hanyalah yang menciptakanNya. Ya Allah Ta’ala.
Kita sering disibukkan dengan jaminan dari Allah. Lantas kita tak mengikhtiarkan sebab-sebab jaminan tersebut. Salah satunya yaitu tawakal. Memasrahkan diri sepasrah-pasrahnya segala urusannya kepada yang memilikinya.

Namun sayang, tawakal yang dikehendaki syariat hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keteguhan iman, memiliki stok kesabaran yang banyak. Jika kita mampu memiliki kedua hal ini, Allah akan memudahkan urusan hamba-Nya. HambaNya pun akan ikhlas menerima segala ketentuan-Nya. Karena keikhlasan akan takdirNya muncul hasil dari keyakinannya atas ikhtiar taat yang dilakukannya.

Ya Allah niatku sudah bulat
Jauhkan segala keraguan yang menghalangiku

Jauhkan segala yang menghambatku mendapat hidayahMu
Sisa usiaku ingin kuhabiskan di Jalan-Mu

Aku ingin menuntut ilmu
Anugrahkanlah kepadaku sahabat yang bisa mendukung jalan ini
Dekatkan aku kepada seorang guru yang ikhlas di Jalan-Mu

 

 

 

Mungkin aku lupa cara membahagiakan insan yang

Aku lupa cara

“Membahagiakan orang lain”

 

Syaikh Shalih bin Fauzan rahimahullah telah membuat sebuah risalah berharga yang beliau khususkan bagi para akhowat. Bukan untuk diketahui pendapatnya saja, lebih dari itu dipahami dan diamalkan. Ingatlah, tidak ada nasihat yang lebih baik selain dari nasihat para ulama.

Saya bisa katakan nasihat para ulama lebih patut untuk didengarkan daripada nasihat orang tua. Disini saya katakan bukan untuk tidak mendengar nasihat mereka, karena para ulama pun sangat sangat perhatian pula dalam masalah berbakti pada orang tua, mengajarkan cara berbakti sesuai dengan kehendak syariat.

Yang ingin saya katakan disini adalah, betapa pentingnya nasihat para ulama, karena meskpin mereka tidak mengetahui siapa kita, atau bahkan hidup berabad – abad yang lalu, nasihat mereka tidak akan pernah terikat dengan waktu. Karena sejatinya apa yang mereka nasehatkan tidak lain adalah agar kita mendapatkan taufik serta hdayah Allah. Karena hanya dengan jalan inilah kita bisa menapaki jalan keselamatan.

Boleh jadi orang tua kita adalah seorang berilmu, maka alhamdulillah, dia akan sangat memperhatikan kita mengenai nasib kita di dunia dan akhirat. Tapi, banyak juga diantara kita yang memiliki orang tua yang jauh dari ilmu syari, maka bagaimana mereka mau menunjukkan jalan keselamatan untuk kita. Bahkan jika hidayah telah menyapamu, tentu kamu ingin agar mereka pun bisa mendapatkannya. Kamu ingin agar hubungan kekeluargaan ini tidak berhenti di dunia saja. Kamu ingin hubungan kekeluargaan itu sampai di akhirat nanti.

Oleh sebab itu, ya ikhwah, semoga antum yang sedang membaca tulisan ini, bisa menjadi sumber orang-orang sekelilingmu mendapatkan hidayah. Hidayah itu harus diperjuangkan. Perjuangan itu perlu pengorbanan. Semoga Allah memberikan kekuatanku untuk berjuang, Karena “Akhiratku lebih layak untuk kuperjuangkan, dan aku rela duni ini aku korbankan”.

Naam sesuai judul di atas, ada sebuah bingkisan berharga dari syaikh buat para mukminat. Silahkan download di sini


Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
Desember 2017
S S R K J S M
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter