Blog "El" (Elfaoz)

Aku Ingin Selamat

Posted on: Desember 8, 2017

Banyak perjalanan penting dalam hidupku. Aku telah banyak terjun dan menemui orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Dan kini aku harus menempuh jalan hidup untuk sesuatu yang lebih baik. Perjuangan untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah Ta’ala. Aku tak punya banyak harta. Aku pun tak punya banyak ilmu. Aku pun baru menikah. Belum punya anak. Usiaku kini 27. Dan akan terus bertambah. Meskipun lambat tapi pasti. Satu yang aku tidak tahu pasti, ajalku. Aku tak tahu kapan ajalku akan tiba. Syukur alhamduillah untuk Allah Ta’ala yang telah memberikan kesempatanku untuk beramal shaleh dalam keadaan sehat dan cukup. 

Dari perjalanan tersebut, aku tak tahu langkah ini akan terhenti usia berapa. Aku pun tak tahu kematian itu akan menyambutku di belahan bumi yang mana. keinginanku cuma satu. Aku ingin masuk syurga. Dan aku dapati jalan menuju kesanan begitu sulit. Sekali melangkah beribu rintangan datang menyerangku. Tidak ada cara lain, melainkan aku harus memperkokoh akidahku. Mengimani dengan haq Allah sebagai rab dan Ilahku.

Aku selalu menutup diri dari pergaulan yang bisa membahayakan akidahku. Aku hanya mendengar ceramah-ceramah ahlu sunnah, dan buku-buku salaf. Ini satu-satunya jalan yang bisa kutempuh agar aku senantiasa berada di barisan ahlul haq. Namun sampai kini, aku belum sanggup berdiri kokoh di atas jalan tersebut.

Aku merasa tentram dalam naungan sunnah. Beda halnay saat aku tidak mengamalkan sunnah. Banyak angan-angan yang memalingkanku dari Allah. Semakin didalami malah semakin jauh. Sehingga aku sedih jika nikmat itu hilang dariku.

Wahai pembaca yang membaca tulisan ini. Bersyukurlah jika engkau punya keluarga yang semangat dalam sunnah, sungguh keluarga adalah hal yang amat penting. Engkau akan dihadapkan untuk memilih salah satunya. Maka benar-benar bersyukurlah antum jika keluargamu telah mengenal sunnah. Memiliki ayah, ibu, kakek, nenek, om, istri, anak atau anak yang senantiasa mengajak dalam kebaikan. Mendatangi majlis ilmu, menyantuni anak-anak yatim, menajalankan tugas negara sesuai dengan syariat Islam. Bersyukurlah antum semua. Karena itu adalah kenikmatan. Kenikmatan yang besar.

Tidakah antum bagaimana perasaan Rasul yang mengetahui keadaan ibunya di dalam neraka. Wallahul musta’an. Mengetahui keadaan pamannya yang sangat ia cintai berada di neraka. Wallahul musta’an.

Ingatlah saudaraku dunia ini sementara. Berapa miliar orang telah meninggalkan dunia ini. Mereka hanya tinggal menunggu balasan dari apa yang telah mereka usahakan selama hidupnya.

Melalui tulisan ini, saya menganjak antum sekalian untuk bisa mengusahakan salah satu atau semua bentuk investasi yang bisa antum semua usahakan. 3 Bentuk investasi ini akan memberikan keuntungan kepada kalian, meskipun kalian sudah tiada di dunia ini. Investasi tersebut adalah sebagaimana yang Rasulullah sabdakan :

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, (yaitu) sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya.” (HR. Muslim)

Pertama : Sodaqoh Jariah

Kedua  : Imu Yang bermanfaat

Ketiga : Anak Shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya

Sodaqoh jariah bisa anda usahakan dengan membangun mesjid, pesantren yang sesuai dengan qur’an sunnah. Bisa pula dengan mendirikan yayasan untuk anak yatim. Atau apapun lembaga lain yang bergerak dalam bidang dakwah. Bisa pula mendirikan kampus yang mengajarkan studi keislaman.

Ilmu yang bermanfaat yaitu dengan antum belajar sampai antum bisa paham dalam satu atau lebih bidang keilmuan agama. Kemudian antum bisa mengajar di ma’had ma’had atau universitas-universitas, sehingga antum punya murid yang bisa meneruskan pelajaran antum. Tentunya murid yang paham agaman akan senantiasa mendoakan gurunya agar ia selamat di kahirat nanti.

Anak yang Shaleh. Menikah adalah sunnah Rasul yang memiliki tujuan agar kehidupan terus berlangsung dengan bertambahnya jumlah manusia. Rasulullah shallalhu alaihi wasallam banga dengan umatnya yang banyak. Memiliki anak yang shaleh menuntut usaha yang gigih. Tidak main-main anak-anak adalah ujian. Ia bisa memalingkanmu dari urusan dzikir kepada Allah disebabkan harus mengurusinya. Jika tidak memiliki keilmuan dan keterampilan dalam hal mendidik anak, alih-alih ingin memiliki anak yang shaleh yang bisa menyelamatkan di kehdiupan akhirat, malah yang terjadi sebaliknya, anak-anak menjadi sebab celakanya orang tua. Ingatlah sesuatu yang selalu diusahakan  utnuk kebaikan akhirat akan selalu kembali dalam bentuk kebaiakan bagi orang yang mengusahakannya. Mendidik anak agar ia mengenal Allah Ta’ala, mengetahui perintah dan larangannya, menjadikan dia paham rambu-rambu agama, bahkan mampu mendakwahkannya adalah amal shaleh kebaikannya akan kembali kepada oang yang telah mengusahakannya. Anak yang shaleh terwujud dari keluarga yang shaleh. Ayah yang menjadi teladan dan ibu yang penyayang. Keluarga adalah lingkungan terkeil yang bisa membentuk kepribadian seorang anak. Jika exposure yang anak dapat di lingkungan keluarga adalah atmosfir membaca al-qur’an menghafal Al-QUr’an, film-film anak shaleh, ceramah-ceramah ilmu, maka hal itu akan benar-benar mendukung terbentuknya anak yang shaleh.

Demikianlah coretan Jum’at siang kali ini. Semoga bermanfaat

Jum’at  19 Rabiul Awal 1439

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
Desember 2017
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: