Blog "El" (Elfaoz)

Tentang Istri Shalihah

Posted on: Maret 30, 2017

Kebahagiaan apa lagi yang bisa menandingi kebahagiaan seorang suami yang memiliki istri yang shalihah, Yang menentramkan hati suami. Ya begitulah hampir setiap hadits yang kubaca mengenai keutamaan istri yang shalihah. Mungkin karena fitrahnya seperti itu. Ada kebutuhan batin yang selalu terpenuhi. Jika fisik seorang istri bisa menyenangkan suami, maka keshalihannya mampu menentramkan hati. Sebaliknya, seorang suami selalu sampai pada kesimpulan sebagai pelindung. Melindungi istrinya, melindungi keluarganya dari fitnah dunia dan azab di akhirat.

Kisah ini memang telah tersirat dari perjalanan hidup Rasul shallahu alaihi wa sallam. Saat beliau gundah. Allah hadirkan Khadijah untuk menentramkannya. Hingga Rasul selalu merasa kehilangan karenanya. Rasul pun berupaya untuk melindungi keluarganya dari api neraka. Saat beliau mengatakan keluarga para Nabi tidak menerima zakat. Bahkan bukan hanya menyelamatkan keluarganya, karena beliau diutus untuk menyelamatkan umat manusia.

Nikmat apalagi yang lebih besar dari nikmatnya menjadi makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Hingga para malaikat diperintahkan sujud kepada Adam Alaih Salam. Nikmat apa lagi yang lebih besar dari nikmat sebagai umat Nabi Muhammad ayang akan selalu di nomor satukan di akhirat kelak. Maka sangatlah wajar jika saat Aisyah melihat Nabi shalat begitu panjangnya, sampai air mata beliau membasahi jenggonya : “Bukankah Allah telah menghapus dosa-dosamu?” Rasul hanya bilang : “Apa aku salah jika aku ingin menjadi hamba yang bersyukur ?”

Maka mendapatkan istri shalihah adalah nikmat yang perlu disyukuri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu,

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَْءُ، ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya[3], bila diperintah[4] akan menaatinya[5], dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam al-Jami’ush Shahih 3/57, “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata,“Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang salihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.

Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia menaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/ mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَ المَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَ الَمرْكَبُ الْهَنِي؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَا رْملَْأَةُ السُّوءُ، وَا رْملَكَبُ السُّوءُ، وَ المَسْكَنُ الضَّيِّقُ

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang salihah, tempat tinggal yang luas/lapang, tetangga yang saleh, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak salihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam al-Mawarid hlm. 302, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan asy-Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Dari semua keterangan di atas, yuk kita sama sama belajar menjadi suami yang shaleh dan istri yang shalehah.
Bagi para suami, belajarlah menjadi pelindung mereka, mampu menafkahi lahir dan batinnya, karena hal itu adalah kewajiban mutlak bagimu.

Bagi para istri, tatlah kepada suamimu karena itu pula kewajiban mutlak bagimu.

Dan kepada mereka pasangan suami dan istri kewajiban kalian adalah taat kepada Allah. Karena itu adalah kewajiban mutlak bagi kalian.

Berusahalah wahai diri, kamu akan mendapatkan apa yang kamu usahakan. Segala sesuatu telah Allah takdirkan. Jika Allah berkehendak, manusia tak mampu berbuat apa-apa. Maka jalanmu satu satunya adalaha. Berikhtiar dibarengi dengan tawakal, menyerahkan segala urusannya kepada Allah Ta’ala. Rabb yang Maha Berkehendak. Biar Allah yang urus masalah rizkimu, jodohmu. Bertawakalah wahai diri dengan memfokuskan keada ketaatan dan keridhoan keadanya.

Baca juga :

http://asysyariah.com/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat-sifatnya/

http://kisahmuslim.com/151-kisah-istri-yang-menyejukkan-hati.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
Maret 2017
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: