Blog "El" (Elfaoz)

Negeri yang Kurindukan

Posted on: Juni 10, 2012

Ahad, 10 Juni 2012

Pagi itu, ku terjaga lebih pagi dari sebelumnya. Kepulan semangat pun menyelimuti, mengiringi aliran darahku.

Satu hari demi satu hari kesempatan itu berlalu  Sampai akhirnya kesempatan itu hilang tergerus waktu. Kenyatan pahit mulai kurasa. Semangat yang naik turun pun kurasa. Hari demi hari kuiringi langkahku dengan positif thingking. Namun apa daya hati ini selalu merindukannya. Merindukan suasana yang hanya hadir dalam angan. Suasana yang terhapuskan oleh kenyataan. Hati kecil ini terus berkata : Mengapa aku ada disini ? Apakah impian yang mengantarku ke sini ? Apakah ini takdir yang tertera jauh sebelum diri ini mengenal dunia ? Beribu pertanyaan terus menghantuiku berharap semua keadaan berubah sesuai apa yang aku inginkan. Namun keadaan,  ya keadaan.

Suasana itu selalu terngiang dalam pikiran. Suasana yang damai penuh keharmonisan. Tapi kenyataan yang kurasa agaknya berbeda. Aku selalu diuji untuk naik kuadran yang lebih tinggi. Tapi apalah daya, jiwa ini lemah. Aku mencoba bangkit namun ternyata jatuh jua. Aku mencari seseorang untuk mengiringi langkahku mnghadapi ujian ini. Tapi apalah daya, aku hanya sendiri, aku tak mampu mengemban amanat ini. Amanat yang kurasa terlalu berat untuk dipikul. Walau aku sadari aku sedang berproses untuk itu. Untuk berhasil di kemudian hari. Lolos dari setiap ujian yang kujalani. Namun kelemahanku inilah yang kuanggap, aku memang tak pantas untuk mengemban amanat sebesar itu. Aku hanya manusia biasa. Yang merindukan kedamaian, ketenangan dan jalan yang mudah.

Sampai akhirnya aku sampai pada satu keadaan dimana kekuatanku diuji. Semua hal yang buruk yang kuprediksi bakal terjadi, sebisa mungkin aku hindari. Beratus upaya kusingkirkan hal-hal yang buruk untuk terjadi. Namun, apalah daya Skenario Allah jauh lebih tak terduga. Mau tidak mau aku harus menempuh ujian ini. Dan ternyata aku menyimpulkan bahwa aku lemah. Aku sadar bahwa diri ini masih lemah untuk mengemban amanat yang besar itu. Diri ini belum sanggup untuk menerima semua itu. Ya Allah adakah jalan lain yang kubisa jalani untuk sampai kepada-Mu ? Mengapa jalanku selalu berbeda dengan mereka ? Adakah rahasia lain di balik semua ini ??? Ya Allah satu kalimat yang menjadi harapanku saat ini, Sampaikanlah aku ke Negeri yang Kurindukan

Ahad, 10 Juni 2012          16 : 38

1 Response to "Negeri yang Kurindukan"

[…] Gw Akay, Biar lebih sopan pake aku aza. Seperti yang kalian tahu brother. Ane udah hidup 1000 tahun lebih di pesantren ini (Jangan ngakak lho.. ntar gw jitak…!!!). Udah banyak ane saksiin orang pulang-pergi dari sini (baca : masuk-terus-lulus). Kalian juga bisa bayangin sendiri, bagaimana ane harus sekolah disini, mengabdi disini. Kalo bukan karena keluarga. Mungkin ane udah terbang kemana yang ane suka. Namun, ternyata dari sana ane paham, ane belum sepenuhnya ikhlas menjalani ini semua. Berat sebetulnya buat ane brother. Ane udah pernah posting masalah ane sendiri, cita-cita ane sendiri di postingan sebelumnya, Negeri yang Kurindukan. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: