Blog "El" (Elfaoz)

Nyemen ?? Malu Ah..!!

Posted on: Agustus 19, 2010

Pada postingan sebelumnya ana baru singgung sedikit masalah seputar Ramadhan dari segi bahasa. Pemaknaan lebih jauh bisa kita kembangkan sesuai dengan ilmu yang kita miliki.

Bulan Ramadhan satu bulan yang penuh segala-galanya. Ada yang menyebutnya : Bulan penuh hikmah, ada pula yang menyebutnya bulan penuh berkah, bulan penuh ibadah. Maka dari itu sengaja ana cantumkan title dari posting ini “Bulan Ramadhan bulan yang penuh segala-galanya”. Namun pertanyaannya Bulan Ramadhan ini seharusnya dipenuhi dengan apa ??

BANN

Banyak gelar ditujukan untuk bulan Ramadhan, seolah setiap orang ingin memberikan gelar tersendiri untuknya, ingin memberikan nama khusus baginya, seolah bulan Ramadhan ini layaknya sang buah hati yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Sebab ada satu persamaan sisi makna, dimana seorang bayi terlahir suci tanpa dosa, begitupun bulan Ramadhan dikatakan bulan suci, sebab pada bulan inilah justru pintu maghfirah terbuka lebar. Agar manusia bisa kembali suci bersih dari dosa/noda.

Seperti seorang bayi yang baru terlahir ke dunia, ya itulah perumpamaan orang yang lulus shaum di Bulan Ramadhan. Manusia terlahir tanpa dosa, namun dosa menjadi sesuatu yang selalu menghiasi pikiran manusia. Manusia yang berakal sehat mampu melacak mana yang disebut dosa mana yang bukan dosa. Adapun keimanan adalah bentengnya, membentengi manusia untuk tidak berbuat dosa.

Keimanan lahir dari ilmu. Kita sering mendengar ilmu itu bagaaikan cahaya. Kalau kita uraikan maka sesungguhnya ilmu adalah cahaya di kehidupan yang tanpa cahaya. Siapa yang meimiliki cahaya tersebut, maka ia akan tahu kemana mesti ia melangkah, mana jalan yang harus dilewati, mana pula yang membahayakaannya. Seorang yang punya cahaya tidak mungkin menginjak duri dihadapannya, sebab ia tahu itu menyakitkan. Tapi kok kenapa manusia meskipun ia tahu tentang sesuatu bahwa hal itu dosa, tetapi tetap ia lakukan, bukankah ia meiliki ilmu tentang hal itu ? apa yang menyebabkan dirinya berani melakukannya ?
Itulah fenomena yang banyak terjadi, banyak kita temukan di lingkungan sekitaar kita ? Pertanyaanya bisakah kita menjadi cahaya bagi mereka ? salah satu diantara kesalahan-kesalahan manusia di bulan Ramadhan adalah buka dengan tanpa ada udzur (alasan) istilah urang sunda disebutnya ‘nyemen’ Berikut penjelelasannya :

Nyemen atau berbuka dengan sengaja, tanpa ada udzur adalah salah satu perbuatan dosa yang tidak akan Allah ampuni kecuali dengan taubat. Namun sebelum pembahasan tersebut mesti kita tahu terlebih dahulu siapa saja orang dibolehkan berbuka shaum :
1. Orang yang sakit
2. Wanita yang haid/nifas
3. Orang yang sedang shafar
4. Orang tua yang kepayahan (tidak mampu shaum)
5. Orang tua yang mencari nafkah boleh berbuka, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk shaum

Itulah kategori-kategori umum orang yang diperbolehkan berbuka. Maka selaain dari yang tersebut di atas, jika tanpa ada alasan yang sifatnya memadorotkan kemudian ia berbuka, maka ia telah tersinggung dengan salah sati sabda Nabi yang mengatakan :
“Barangsiapa batal shaum satu hari di bulan Ramadhan tanpa rukhsahatau udzur sakit, maka tidak akan terbayar oleh shaum selama satu tahun, alaupun ia benar-benar melakukan shaum itu” (An-Nasa’i, Al-Bukhary)
Ath-Thabroni meriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud telah berkata : “Barangsiapa batal shaum satu hari dari Ramadhan tanpa rukhsah, ia akan bertemu dengan Allah dengan batal shaum itu walaupun ia melakukan shaum setahun lamanya, jika Allah menghendaki ia ampuni, jika tidak ia menyiksanya”

Perbuatan ‘nyemen’ saja ternyata Allah SWT telah mewanti-wantinya. Bahkan menyebutkan, meskipun ia mengqodhony dengan shaum setahun lamanya, tetap tidak akan diteriman. Coba sekarang kita perhatikan perbuatan orang nyemen. Dia berbuka tidak mungkin dihadapan orang lain, artinya pasti dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sebab malu jika ia mesti berbuka didepan umum, bagi orang seperti ini mungkin masih mending punya rasa malu, Namun tidakkah ia tahu bahwa Allah tahu dirinya telah berbuka. OK di mata manusia ia selamat, tapi di mata Allah ?. Terlebih lagi pahala shaum Allah sendiri yang mengatakan Wa ana ajzi’u bihi, Aku sendiri yang memberikan pahalanya, sebab shaumm itu Untukku.
Begitulah wahai saudaraku, kita tahu Allah maha Pemurah, Allah maha pemaaf, maka jika Allah maha Pemaaf, apalagi dalam Bulan Ramadhan pintu maaf Allah terbuka lebar bagi setiap hambaNya. Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini kita kembali kepadaNa…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
Agustus 2010
S S R K J S M
« Apr   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: