Blog "El" (Elfaoz)

Diantaranya:

1. Syaikh Abdulllah Bin Abdullah Bin Baaz (Fatwa mengenai Ikhtilath dan kerjasama bersama dengan Yahudi)
2. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin (Fatwa mengenai ucapan al-Qardhawi –Allah menjelmakan rupanya-)
3. Syaikh Muhammad Nasiruddin al-Albani (Kitab dan Fatwabantahan terhadap Muzik)
4. Syaikh Muqbil al-Wadi’i (Kitab al-Radd ‘ala al-Qardhawi, al-Radd al-Kawi Fi Iskat al-Kalb al-‘awi Yusuf bin Abdullah al-Qardhawi –Mendiamkan anjing yang menggongong Yusuf bin Abdullah al-Qardhawi)
5. Syaikh Rabee’ al-Madkhali (Banyak fatwa-fatwa Syaikh yang menasihati agar menjauhi karangan-karangan Syed Quthb, al-Ghazali dan termasuk juga al-Qardhawi)
6. Syaikh Yahya Ali al-Hajuri ( Kitab Syar’iyyatud Du’a)
7. Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri (Fatwa Syaikh dalam membantah al-Qaidah al-Dzahabiyah)
8. Syaikh Sulaiman al-Kharasyi (Kitab al-Qardhawi Fil Mizan –Pemikiran al-Qardhawi di dalam pertimbangan-)
9. Syaikh Ahmad bin Manshur al-‘Udaini (Kitab Raf’ul Litsam –Membongkar kedok Qardhawi-)
10. Syaikh Sholeh Fauzan al-Fauzan (Kitab al-I’lam binaqdi al-Kitab al-Halal wal Haram)
11. Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi (Fatwa dan Syaikh banyak memberi sokongan dan dorongan ke atas para ulama dan du’at yang membantah al-Qardhawi dan lain-lain, hal ini kita dapat lihat di dalam muqaddimah buku Raf’ul Litsam)
12. Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam (Ta’liq ke atas kitab Raf’ul Litsam)
13. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al-Washabi (Ta’liq Kitab Raf’ul Litsam)
14. Syaikh Zaid Bin Muhammad al-Madkhali (Di muqaddimah al-Irhab wa atsarihi ‘ala al-Ifradi Wal Mujtami’)
15. Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali (Fatwa Syaikh membantah al-Qardhawi mengenai sikap seorang muslim terhadap orang kafir)
16. Syaikh Shalih bin Sa’ad as-Suhaimi (Fatwa Syaikh terhadap Yusuf al-Qardawi mengenai bukunya Wujudullah)
17. Syaikh Faishol al-Hasyidi (LimadzaTaraktu Da’watal Ikhwanul Muslimin)
18. Syaikh an-Naqid Falih bin Nafi’ al-Harabi (Ta’liq ke atas kitab Raf’ul Litsam)
19. Syaikh Nashr bin Fahd (Khulashatu Ba’dho afkar)
20. Syaikh Ali Hasan al-Halabi (Kitab Aqlaniyun)

Ada sebuah nasehat Luqman yang selalu Ust.Ukar nuqil dalam beberapa ceramahnya.

Sebagaimana yang kakek tulis dalam catatan hariannya

225 – حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: ثنا الْمُحَارِبِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ: بَلَغَنَا أَنَّ لُقْمَانَ، قَالَ لِابْنِهِ: يَا بُنَيَّ إِنَّ §الدُّنْيَا بَحْرٌ عَمِيقٌ يَغْرَقُ فِيهِ نَاسٌ كَثِيرٌ، فَلْتَكُنْ سَفِينَتُكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى، وَحَشْوُهَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ تَعَالَى، وَشِرَاعُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ لَعَلَّكَ تَنْجُو

Dinukil dari kitab Az-Zuhd Ibnu Abi Dunya, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman ibn salih, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Al muhariby dari Sufyan, ia berkata : telah sampai kepada kami bahwa Luqman pernah berkata kepada anaknya : ”Wahai anakku, sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang dalam, banyak orang yang tenggelam di sana. Maka, buatlah perahumu berupa takwa kepada Allah, isinya iman kepada Allah, dan dayungnya adalah tawakal kepada Allah. Semoga kamu selamat.”

Pesan yang amat mendalam, amat tulus, syarat akan makna, meski berat untuk dijalani. Semoga kami tidak termasuk orang yang ditenggelamkan oleh kehidupan dunia, sebagaimana Firaun dan bala tentaranya ditenggelamkan oleh laut. Semoga Alah selalu merahmati kakek.

24 hari berlalu. Tak ada sosok yang biasa kulihat tengah duduk dan membaca buku / majalah saat saya lewat hanya sekedar untuk buang sampah. Entah apa yang dibaca olehnya, yang kulihat membaca ibarat sarapan wajib yang tak pernah atau jarang terlewatkan.

ini adalah tempat favorit saya kala berkunjung ke rumahnya. Di kursi ini pula beliau membaca Qur’an selepas shalat shubuh, setiap hari. Pun siang hari, di tempat ini pula kakek selalu menulis dan membaca.

Masih hangat dalam ingatan, ketika beliau meminta saya untuk mengetik ulang draft / naskah / konsep ceramah yang bakal beliau sampaikan. Beliau selalu meminta 1 hari atau bahkan 2 hari sebelumnya. Kakek selalu menghargai kesibukan orang lain. Beliau tidak egois. Kedudukannya di masyarakat tak menjadikan kakek sosok atasan yang harus selalu dilayani. Jauh dari kata tergesa-gesa dalam segala hal, terlebih menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan orang lain

30 tahun, bukan waktu yang sebentar. Di usia matang ini, kami harus berpisah. Lembaran kehidupannya menjadi pelajaran yang amat penting untuk saya. Mungkin catatan kecil inilah yang yang sedikit bisa mengobati perasaan ini. Lembaran-lembaran yang ditulisnya syarat akan makna dakwah ilallah. Kek, kehidupanmu memang sudah berakhir, namun pesan kehidupanmu akan terus hidup.

Dan inshaAllah saya akan mengambil beberapa faidah dari catatan harian beliau, yang semoga hal ini bisa bermanfaat untuk saya khususnya, dan pembaca secara umum. InshaAllah Ta’ala.

Hall yang menarik perhatian saya di sela sela membuka lembaran-lembaran catatan beliau adalah satu kata hikmah yang beliau kutip dan beliau tulis, yaitu


قََالَ الْحُكَماءُ : مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ، زَادَهُ اللَّهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ
مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيهَا،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الشُّكْرَ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ، زَادَهُ اللَّهُ الْكِبْرَ، وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجَهْلَ، وَالشَّهْوَةَ، وَالْمَيْلَ إِلَى عُقُولِهِنَّ،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ، زَادَهُ اللَّهُ اللَّهْوَ وَالْمِزَاحَ،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجُرْأَةَ عَلَى الذُّنُوبِ، وَالْمَعَاصِيَ وَالْإِقْدَامَ عَلَيْهَا، وَالتَّسْوِيفَ فِي التَّوْبَةِ،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ، زَادَهُ اللَّهُ الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَاتِ وَاجْتِنَابَ الْمَحَارِمَ،
وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ.
 تنبيه الغافلين للسمرقندي

Orang- orang bijak berkata :

“Barang siapa sering duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan menambahinya 8 perkara:

1. Barangsiapa duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahi cinta kepada dunia dan semangat untuk mendapatkan dunia.
2. Barangsiapa duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahi perasaan syukur dan ridho atas pemberian Allah.
3. Barangsiapa duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahi perasaan sombong dan kerasnya hati.
4. Barangsiapa duduk dengan perempuan, Allah akan menambahi kebodohan, syahwat dan condong kepada akal perempuan.
5. Barangsiapa duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahi lalai dan senda gurau.

6. Barangsiapa duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahi berani berbuat dosa dan maksiat kemudian menunda-nunda taubat.
7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang soleh, Allah akan menambah perasaan cinta kepada amalan-amalan taat serta menjauhi hal-hal terlarang.
8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama’, Allah akan menambahkan ilmu dan wara’”

Tanbihul Ghafilin – Assamarqandi

Abu Sulaiman al-Darani, nama lengkapnya Abdurrahman bin Ahmad bin Athiyyah, sedangkan Abu Sulaiman adalah kuniyah-nya. Al-Darani dinisbatkan pada kampung Daaraa, perkampungan atau desa di selatan Damaskus, tempat di mana Abu Sulaiman tutup usia dan dikebumikan di sana pada tahun 215 Hijriyah.

Dalam Tazkirah al-Auliya’ dikatakan kalau Abu Sulaiman hidupnya selalu diwarnai dengan keprihatinan, termasuk dalam urusan perut. Abu Sulaiman seringkali merasakan lapar yang begitu sangat, hingga dikatakan tak ada orang sesabar Abu Sulaiman dalam menghadapi lapar.

Selain itu, Abu Sulaiman dikenal juga dengan sifat welas asihnya hingga ia mendapat julukan “Raihaan al-Qulub“, wangi hatinya.

Ada kisah dalam Thabaqat al-Sufiyah, yang mana Abu Sulaiman, mengajarkan pada temannya bagaimana seharusnya seorang hamba beribadah pada Tuhannya. Suatu ketika Abu Sulaiman didatangi Ahmad bin Abi al-Hawari. Ahmad bin Abi al-Hawari lantas bercerita tentang pengalaman salatnya di tempat yang sepi.

“Aku salat di tempat yang sepi, saat itulah kutemui nikmatnya ibadah,” ucap Ahmad bin Abi al-Hawari.

“Kenapa bisa begitu?” tanya Abu Sulaiman.

“Iya, karena saat itu tak ada seorang pun yang melihatku,” timpal Ahmad bin Abi al-Hawari.IKLAN – LANJUTKAN MEMBACA DI BAWAH INI

“Sepertinya ada yang salah pada hatimu, alangkah baiknya, ada atau tidak adanya orang tidak menjadi penghalang engkau menikmati ibadah,” ucap Abu Sulaiman menasehati Ahmad bin Abi al-Hawari.

Pada kisah yang lain dalam kitab Hilyatul Auliya’, Abu Sulaiman pernah mengalami mimpi yang membuatnya untuk senantiasa mengangkat kedua tangan saat berdoa. Begini kisahnya;

Dalam suatu malam yang begitu dingin Abu Sulaiman melakukan ibadah. Dalam keadaan menggigil ia tetap melakukan ibadah. Namun, karena begitu dinginnya sampai-sampai Abu Sulaiman berdoa dengan menyembunyikan salah satu tangannya ke dalam bajunya, sementara tangan yang satunya tetap terangkat sambil terus berdoa. Tetiba Abu Sulaiman tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu ia mendengar bisikan.

“Wahai Abu Sulaiman, kami sudah meletakkan di tangan yang kau angkat sesuatu yang kau minta,” bisik suara dalam mimpi.

“Seandainya kau angkat juga tanganmu yang lain, maka pasti kami akan meletakkan juga di tangan itu sesuatu yang kau minta,” lanjut bisik dalam mimpinya.

Selepas mendengar bisikan itu, Abu Sulaiman bersumpah untuk selalu berdoa dengan mengangkat kedua tangan, bagaimana pun kondisinya, entah itu panas atau dingin.

Berikut ini kata-kata hikmah dari Abu Sulaiman al-Darani;

أَفْضَلُ الأَعْمَالِ خِلاَفُ هَوَى النَّفْسِ

“Afdhalu al-‘A’maali khilafu hawa al-Nafsi.”

“Amal yang paling utama adalah melakukan perlawanan terhadap hawa nafsu (keburukan).”

لِكُلِّ شيئٍ صَدأٌ، وَصَدأُ نُوْرُ القَلْبِ شَبْعُ البَطْنِ

“Likulli syai’in shodaun, wa shodau nuuru-l-qolbi syab’u-l-bathni.”

“Segala sesuatu bisa berkarat atau lapuk, dan berkat/lapuknya hati adalah kenyangnya perut.” Wallahu a’lam.

Telah berpulang ke Rab Semesta Alam Ust Ukar Sukarya pada Rabu 3 Pebruari 2021 / 20 Jumadil Akhir 1442 H pukul 2 dini hari.

Kepergiannya menjadi bukti luasnya pergaulan dan panjangnya dedikasi beliu dalam berdakwah. Kakek adalah seorang yang dianugrahi akhlak yang mengundang simpati banyak orang. Hikmahnya dalam berdakwah, cerdasnya dalam bermuamalah terlihat dari cara beliau dalam berinteraksi dengan manusia. Kakek bukanlah sosok yang sombong dengan kedudukannya, tak pula hina dengan ketawadhuannya. Ia adalah anak yang dewasa di mata ibunya, sosok kakak yang menjadi pelindung adik-adiknya, sosok suami yang sabar dngan perangai manja istrinya, sosok ayah yang dibanggakan anak-anaknya, teladan untuk cucu dan buyutnya, pemimpin yang berwibawa dan panutan yang baik untuk generasi selanjutnya.

Bapa, begitulah kami biasa memanggilnya. Aku beruntung mendapat banyak perhatian darinya. Sebagai cucu yang Ke dua, juga cucu laki-laki pertama, Kakek selalu menyuruhku melantunkan Ayat Al-Qur’an di pengajiannya. menyuruhku berpakaian lengkap sebagaimana yang biasa dia pakai. Ada garis senyum kebanggaan pada wajahnya, saat cucu tampil di depan jemaah. Kakek adalah sosok yang tak pernah melihat cacat pada anak cucunya. Selalu bangga dengan keberadaan kami yang penuh dengan kekurangan. begitu pun saat aku mulai beranjak remaja, Aku masih tetap mengantar kakek ke tempat dia berceramah. Aku menjadi sopir pribadinya hingga habis masa lajangku. Dengan demikian, aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar banyak tentang cara kakek berbiacara, cara beliau berceramah, cara kakek menyambung silaturahmi. Pun begitu, aku menyadari aku bukanlah dia, dan beliau tidak sepertiku.
Sosoknya selalu hadir dalam ingatanku, betapa tidak, kami selalu menunggu kedatangannya di mesjid untuk memulai Shalat 5 waktu berjamaah. Begitu seterusnya setiap hari. Hingga hari-hari terakhir masa hidupnya, beliau memaksakan untuk Shalat Jum’at. Dan Aku diminta untuk menjemputnya di rumah. Jum’at terakhir, aku duduk bersandar dinding, melihat kakek berbincang bersama Khatib, yang kala itu Ust. Yadi, Tak terlihat sedikit pun wajah pucat. Rasa sakitnya bersembunyi di balik senyum dan tawa kecil. Hingga siapa pun tak bakal menyangka 5 hari setelah itu beliau undur pamit dari dunia untuk selamanya.

Pagi itu, Hari Rabu sekitar pukul dua dini hari Kakek mulai merasakan keadaan yang sangat gawat menimpa dirinya. Entah apa yang beliau rasakan, hingga akhirnya beliau pingsan di pangkuan ibuku. Kegentingan itu pun mengharuskan Kakek untuk dirujuk ke rumah sakit. Tak berselang lama, seluruh keluarga telah berkumpul di pelataran ruang tamu, menunggu kabar baik atas kondisi kakek. Kami hanya bisa menangis, meski kami tak paham apa yang sebenarnya terjadi. Hingga tak lama kami menunggu, sebuah mobil datang. Namun, itu bukan mobil yang kami gunakan untuk mengantar Kakek. Itu adalah Ambulan. Derai air mata pun tak tertahankan lagi saat ambulan datang. Kami berpelukan. Benar saja. Kakek terbujur kaku di atas pembaringan. Ia sama sekali tak menghiraukan keberadaan kami. Matanya terpejam, nafasnya menghilang. Kakek telah pergi untuk selamanya. meninggalkan kami yang masih merindukan sosoknya.

Kami pun dengan segera memandikan dan mengkafaninya. Sehelai kain batik yang menyelimutinya disambut dengan sebuah azan shubuh yang terdengar syahdu. Ya Allah, kami kembalikan kakek ke pangkuanmu.

Derai air mata pun tak tertahan lagi saat Imam memimpin shalat berjamaah. Kini kami tak bisa lagi berdiri di belakangnya mengikuti setiap gerakan shalatnya. Sosok yang ditunggu setiap shalat berjamaah kini telah pergi. Kini saatnya beliau beristirahat dari segala keletihan dunia.

Ya Allah kami mencintai beliau. Ya Allah terima kasih engkau telah menganugerahkan kepadaku sosok Kakek yang begitu luar biasa. Ya Allah jadikanlah alam yang saat ini beliau jalani sebagai tempat beristirahat untuknya sampai datang hari kebangkitan. Ya Allah pertemukanaku dengan kakeku dalam keadaan selamat di akhirat kelak.

Beberapa hal yang saya pelajari di tahu 2020

  1. Mewakafkan diri untuk agama Allah
  2. Membersihkan harta dari riba dan hutang
  3. Memperbaiki hubungan dengan manusia dengan membahagiakan mereka dan bersabar dengan sikap mereka
  4. Belajar hidup Minimalis
  5. Berakhlak dengan akhlak mulia
  6. Bersedekah pada pagi hari
  7. Menghilangkan prasangka buruk kepada manusia
  8. Menjadikan setiap kesalahan yang dilakukan adalah kesalahan yang terakhir yang tidak boleh terulang kembali dan menyingkirkan sebab-sebab terjadinya kesalahan

Tinta Kehidupan

"Dalam Kesakitan teruji kesabaran Dalam perjuangan teruji keimanan Dalam ukhuwah teruji keikhlasan Dalam Kerinduan teruji kesetiaan Sambutlah bila bersahabat Maafkanlah bila terluka Ingatilah bila kesunyian" "Carilah keikhlasan dalam takbirmu, kedamaian dalam rukukmu, ketenangan dlam sujudmu Karena disanalah terkumpul cinta Illahi, cinta yang hakiki"
September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

حديث اليوم

إن المؤمن يرى الذّنوب كالجيال ان يقع عليه
و أن الفاجر يرى الذّنرب كالذّباب مرّ على أنفه

Hadis Hari Ini

Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa seperti gunung yang akan menimpanya, Sedangkan orang jahat (berbuat salah) melihat dosa layaknya seekor lalat yang lewat di depan hidungnya (Bukhari)

Sebelum pamit tolong Vote survai di bawah ini. Trims

Follow me on Twitter