Posted by: fauz90 on: September 14, 2011
Saudaraku seiman sudah sepatutnya Islam menjadi tuntunan hidup dalam segala hal. Meskipun produk-produk di Indonesia didominasi oleh produk-produk luar, bukan berarti kita acuh tak acuh mengenai proses pengolahan produk-produk tersebut. Salah satunya seperti yang antum lihat dalam video di atas, tidak perlu ana jelaskan kembali. Mungkin masih banyak diantara kita, kerabat, juga kolega yang belum mengetahui hal ini. Namun yang jelas sebelum antum ngeri melihat hal ini pun, Rasulullah SAW telah mewaspadainya berabad-abad yang lalu belia bersabda :
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka membunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka menyembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisau dan menyenangkan hewan yang dia sembelih (HR Muslim dan Ashhabus Sunan)
Islam telah mengatur segalanya sedemikian rupa, jika kita memang benar-benar seorang muslim apakah kita akan tetap menyetujui alasan Mc Donald berbuat demikian.Yakinlah alasan itu tidak termasuk kategori darurat. Jika mereka mengatakan seribu alasan, entah itu, agar lebih cepat karena permintaan terlalu banyak, atau mungkin untuk menghemat tenaga. Yakinlah semua itu tak mampu menggeser kedudukan hadits di atas. Masih banyak cara yang lebih ihsan jika memang kita mau.
Berhubung juga hanya tinggal beberapa bulan lagi kita masuk Idul Adha, semoga ini menjadi pelajaran yang “napel” nempel benar di memori antum semua bahwa ternyata Rasul SAW menganjurkan Ihsan dalam segala hal, termasuk dalam cara yang terlihat kejam seperti menyembelih.
Maka ihsan yang dimaksud disini adalah menggunakan pisau setajam mungkin lalu menggerakkan pisau dengan kuat sehingga secepatnya memutus kerongkongan (jalan makanan), tenggorokan (jalan nafas/udara) dan dua urat di sekitar keduanya. Adapun menyenangkan hewan yang disembelih itu dijelaskan dalam beberapa riwayat: memberi minum sebelum disembelih, tidak menyembelih di hadapan hewan lain, tidak menajamkan pisau di depan hewan yang akan disembelih, tidak membantingnya, tidak menginjaknya, tidak memukulnya, dsb; juga membiarkan hewan itu mati sempurna (diam) sebelum dikuliti, disayat dan dipotong-potong.
Komentar Terakhir